Rabu, 22 Oktober 2014

KEARIFAN PERKEMBANGAN PERKEBUNAN DAN TANAMAN PANGAN





Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) memiliki potensi pertanian khususnya potensi perkebunan dan tanaman pangan yang cukup besar. Komoditi-komoditi perkebunan yang sangat potensial antara lain jambu mete, kelapa, kemiri, jarak pagar, kakao, kopi, cengkih dan vanili. tanaman Jambu mete misalnya, sudah dibudidayakan secara luas di daerah ini terutama di Kecamatan Lembor, Sano Nggoang, Boleng dan Macang Pacar. Total areal yang cocok untuk tanaman jambu mete yakni sekitar 91,300 hektar yang menyebar hampir di semua kecamatan kecuali di kecamatan Kuwus. Dengan total luas areal potensial mencapai 14.300 hektar masuk dalam kategori sesuai bersyarat dan 77,000 hektar lainnya termasuk ke dalam kelas sesuai marginal. Sementara itu, salah satu potensi paling besar yakni tanaman jarak pagar. Potensi jarak pagar merupakan tanaman komoditi yang sangat penting dan strategis terutama terkait dengan issubio-energy. Meskipun petani di wilayah ini belum mengembangkannya, namun potensi lahan yang sesuai untuk tanaman jarak pagar tergolong sangat besar. Total luas areal yang sesuai untuk tanaman ini mencapai 117,160 hektar. Dari luasan tersebut, 102,420 hektar tergolong sesuai marginal dan sisanya 845 hektar sangat sesuai serta 14,265 hektar sesuai bersyarat. Kawasan-kawasan utama yang cocok untuk pengembangan jarak pagar adalah Komodo, Lembor,  Sano Ngogang, Lembor dan Macang Pacar. Selain itu, tanaman kemiri merupakan komoditi utama sudah ditanam secara luas di hampir seluruh wilayah Manggarai Barat. Dengan total luas lahan yang cocok dengan budidaya kemiri mencapai 260,000 hektar. Dari luasan tersebut, 17,400 hektar diantaranya merupakan lahan dengan tingkat kesesuaian bersyarat dan sisanya sesuai marginal. Kecamatan-kecamatan dengan potensi kemiri terbesar yakni Komodo, Sano Nggoang, Lembor dan Macang Pacar. Demikian  pula untuk tanaman kelapa juga tergolong cukup besar yakni mencapai 110,000 hektar. Sebagian besar di antaranya yakni 104,000 hektar memiliki tingkat kesesuaian marginal dan hanya 6,000 hektar tergolong sesuai bersyarat. Kecamatan-kecamatan dengan luas areal yang terbesar yakni Komodo, Sano Nggoang, Lembor dan Macang Pacar. Sedangkan tanaman kopi dan cengkih merupakan dua komoditi  perkebunan yang sudah lama dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat di wilayah ini. Kedua jenis tanaman ini dibudidayakan di daerah dataran tinggi di atas 700 meter dari permukaan laut. Cengkih dan kopi merupakan dua tanaman yang memiliki persyaratan lingkungan tumbuh yang sama, meskipun kopi terutama jenis robusta juga dapat tumbuh baik di dataran rendah. Luas lahan untuk budidaya kopi dan cengkih mencapai 8,000 hektar yang menyebar di wilayah-wilayah dataran tinggi seperti di Kecamatan Kuwus, Welak, Lembor, Sano Nggoang dan Macang Pacar.

Contoh: tanaman kopi, coklat dan daun jarak
 









5 komentar:

  1. Isi postingan diatas sudah bagus tapi lebih baiknya penulis dapat menulis sendiri arikel yang akan diposting sehingga apa yang disampaikan penulis dapat tersampaikan langsung. Tapi sudah bagus dalam postingan sudah mencantumkan sumber asal dari postingan tersebut.

    BalasHapus
  2. bagus sih isinya tapi kalo kok belum menyentuh tentang kearifan loklalnya ya hehe ,menurut saya aja siiii

    BalasHapus
  3. nah ini isinya baru bagus ,dibanding yang tadi terus ditingkatin ya biar pengunjung blog anda makin banyak hihi

    BalasHapus
  4. postingan nya bagus..
    ternyata Kabupaten Manggarai Barat memiliki potensi pertanian khususnya potensi perkebunan dan tanaman pangan yang cukup besar dan mempunyai komoditi dan cukup banyak

    BalasHapus
  5. bagus sihh... tapi kata2 yang digunakan bikin saya kurang paham tentang isi keseluruhan.. dan dari tampilannya juga kurang menarik :p
    kalo bisa dibikin lebih menarik biar pembaca lebih antusias untuk membaca postingan anda (cuma saran sihh hehehe )

    BalasHapus