Kabupaten
Manggarai Barat (Mabar) memiliki potensi pertanian khususnya potensi perkebunan
dan tanaman pangan yang cukup besar. Komoditi-komoditi perkebunan yang sangat
potensial antara lain jambu mete, kelapa, kemiri, jarak pagar, kakao, kopi,
cengkih dan vanili. tanaman Jambu mete misalnya, sudah dibudidayakan secara
luas di daerah ini terutama di Kecamatan Lembor, Sano Nggoang, Boleng dan
Macang Pacar. Total areal yang cocok untuk tanaman jambu mete yakni sekitar
91,300 hektar yang menyebar hampir di semua kecamatan kecuali di kecamatan
Kuwus. Dengan total luas areal potensial mencapai 14.300 hektar masuk dalam
kategori sesuai bersyarat dan 77,000 hektar lainnya termasuk ke dalam kelas
sesuai marginal. Sementara itu, salah satu potensi paling besar yakni tanaman
jarak pagar. Potensi jarak pagar merupakan tanaman komoditi yang sangat penting
dan strategis terutama terkait dengan issubio-energy. Meskipun petani di
wilayah ini belum mengembangkannya, namun potensi lahan yang sesuai untuk
tanaman jarak pagar tergolong sangat besar. Total luas areal yang sesuai untuk
tanaman ini mencapai 117,160 hektar. Dari luasan tersebut, 102,420 hektar
tergolong sesuai marginal dan sisanya 845 hektar sangat sesuai serta 14,265
hektar sesuai bersyarat. Kawasan-kawasan utama yang cocok untuk pengembangan
jarak pagar adalah Komodo, Lembor, Sano Ngogang, Lembor dan Macang Pacar.
Selain itu, tanaman kemiri merupakan komoditi utama sudah ditanam secara luas
di hampir seluruh wilayah Manggarai Barat. Dengan total luas lahan yang cocok
dengan budidaya kemiri mencapai 260,000 hektar. Dari luasan tersebut, 17,400
hektar diantaranya merupakan lahan dengan tingkat kesesuaian bersyarat dan
sisanya sesuai marginal. Kecamatan-kecamatan dengan potensi kemiri terbesar
yakni Komodo, Sano Nggoang, Lembor dan Macang Pacar. Demikian pula untuk
tanaman kelapa juga tergolong cukup besar yakni mencapai 110,000 hektar.
Sebagian besar di antaranya yakni 104,000 hektar memiliki tingkat kesesuaian
marginal dan hanya 6,000 hektar tergolong sesuai bersyarat. Kecamatan-kecamatan
dengan luas areal yang terbesar yakni Komodo, Sano Nggoang, Lembor dan Macang
Pacar. Sedangkan tanaman kopi dan cengkih merupakan dua komoditi
perkebunan yang sudah lama dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat di wilayah
ini. Kedua jenis tanaman ini dibudidayakan di daerah dataran tinggi di atas 700
meter dari permukaan laut. Cengkih dan kopi merupakan dua tanaman yang memiliki
persyaratan lingkungan tumbuh yang sama, meskipun kopi terutama jenis robusta
juga dapat tumbuh baik di dataran rendah. Luas lahan untuk budidaya kopi dan
cengkih mencapai 8,000 hektar yang menyebar di wilayah-wilayah dataran tinggi
seperti di Kecamatan Kuwus, Welak, Lembor, Sano Nggoang dan Macang Pacar.
Contoh:
tanaman kopi, coklat dan daun jarak

Sumber: http://www.floresbangkit.com/2013/01/manggarai-barat-miliki-potensi-pertanian-tanaman-pangan/
Isi postingan diatas sudah bagus tapi lebih baiknya penulis dapat menulis sendiri arikel yang akan diposting sehingga apa yang disampaikan penulis dapat tersampaikan langsung. Tapi sudah bagus dalam postingan sudah mencantumkan sumber asal dari postingan tersebut.
BalasHapusbagus sih isinya tapi kalo kok belum menyentuh tentang kearifan loklalnya ya hehe ,menurut saya aja siiii
BalasHapusnah ini isinya baru bagus ,dibanding yang tadi terus ditingkatin ya biar pengunjung blog anda makin banyak hihi
BalasHapuspostingan nya bagus..
BalasHapusternyata Kabupaten Manggarai Barat memiliki potensi pertanian khususnya potensi perkebunan dan tanaman pangan yang cukup besar dan mempunyai komoditi dan cukup banyak
bagus sihh... tapi kata2 yang digunakan bikin saya kurang paham tentang isi keseluruhan.. dan dari tampilannya juga kurang menarik :p
BalasHapuskalo bisa dibikin lebih menarik biar pembaca lebih antusias untuk membaca postingan anda (cuma saran sihh hehehe )